Ikan asin

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Maknyus.png MAK-NYUS !!!
Bondan Winarno telah merekomendasikan Ikan asin ini untuk
makan pagi, siang, malam, jamuan kondangan, cemilan, bahan jamu Pasak Bumi, sajen, pupuk kandang, dan mengisi bensin Mercedes-Benz G63 6x6 AMG.

“Saya makan Ikan asin ini aja rasanya maknyuuuss... Tapi agak kurang ditambah Pasta Gigi Friscadent, sere, lengkuas, CNBC Indonesia Cereal, cabe dan T-Midi-nya satu kilo dengan machete/gear motor sebiji di atasnya”

Penguins-madagascar.jpg !.png Artikel ini berisi hal-hal tentang HEWAN !.png
Mungkin karena penulis dari artikel ini kerja di Central Park atau Ragunan, atau juga karena kebanyakan main Animal Kaiser
Untuk dapat menyesuaikan diri dengan artikel ini, silahkan pergi ke Sumbawa dan ajak salah satu hewan disana bergaul dengan anda.
Kepleset.png PLESETAN
Artikel ini adalah artikel plesetan dan tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan hal serupa yang ada di dunia nyata atau pun Dunia Gendeng
Bouncywikilogosmall.gif
Untuk orang-orang yang tidak memiliki rasa humor sekalipun, bangsa(t) Wikipedia yang (sok) tahu, telah mempunyai artikel tentang Ikan asin.

“IKAN ASIN BAJINDUL!!”

~ Warga Selong

Ikan asin adalah ikan yang diasinin atau ikan yang kebanyakan garam. Makanan ini adalah kesukaan Fairuz A Rafiq dan makanan terkutuk oleh Galih Ginanjar.

Kontroversi[sunting]

Ternyata ikan asin bisa menyeret artis-artis ke jalur hukum! Terbukti dari pemberitaan Galih menghina Fairuz itu bau badannya seperti ikan asin, hingga menyeret artis lain karena salah memberi ikan asin. Yang sudah mencicipi 'tengiknya' ikan asin adalah:

  • Galih Ginanjar (ditahan)
  • Barbie Kumalasari (suami Galih Ginanjar)
  • Rey Utami dan suaminya, Pablo Benua (ditahan)

Kandungan ikan asin mengandung banyak garam, belerang, metana, CO2, K3N7U7 dan asam laknat, sehingga yang memakannya bisa terjerat kasus juga.

Lihat juga[sunting]


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Penulisnya keburu pergi sebelum selesai, mungkin karena penulisnya sedang memboikot ikan asin bersama Yoon Bomi. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.