Heraklius

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bendera Yunani.png
Αυτό το άρθρο περιέχει στοιχεία της ελληνικής


Artikel ini, Heraklius, mengandung aksen atau unsur Yunani.
Hati-hati jika anda berkunjung ke Athena, menonton Liga Super Yunani, menonton Olimpiade, menonton Giannis Antetokounmpo main basket, belajar mitologi Yunani kuno, makan moussaka, mengajak Rina Vovos jalan-jalan, atau hal-hal lain yang berbau Yunani.

Jika anda tidak suka negara ini, berteriaklah "THIS IS SPARTAAAAAAAAA" di atas gunung Olimpus.

Bendera Uni Eropa Versi A. Widhi.png
Artikel ini mengandung unsur Eropa

Hati-hati jika anda berkunjung ke negara-negara Eropa, memuja Eurovision Group, menonton berita terbaru di Euronews Eurovision News, menonton pertandingan olahraga di Eurosport Eurovision Sports 1 dan Eurovision Sports 2, menonton UEFA Champions League, mendengarkan lagu-lagu Kontes Lagu Eurovision, makan pizza, kroket dan kawan-kawan, memakai ponsel Alcatel, Nokia dan kawan-kawan dan hal-hal lainnya yang berbau Eropa!

Patung telanjang.png
ARTIKEL INI MENCANDVNC VNSVR ROMAVI

HATIII IIKA ANDA TERLIBAT DENCAN HALII IANC BERBAV ROMAVI, SEPERTI MEMPELAIARI SEIARAH ROMAVI, COLOSSEVM, IVLIVS CAESAR, SEBELVM MASEHI ATAV HAL LAINNIA IANC BERKAITAN DENCAN ROMAVI!

KALAV TIDAK SVKA AMA ROMAVI, SILAKAN ANDA BAKAR SEMVA BVKV SEIARAH MILIK PROTOCETVS.

Heraklius (bahasa Latin: Flavius Heraclius Augustus, bahasa Yunani: Φλάβιος Ἡράκλειος ca. 575 – 11 Februari 641) adalah Kaisar Bizantium (Romawi Timur) sejak 610 sampai 641 M.

Heraklius dinobatkan sebagai Kaisar Bizantium, setelah berhasil melengserkan Pochas Pada masa kekuasaannya Bizantium beberapa kali terlibat dalam pertempuran dengan Kerajaan Persia Sassaniyah, dalam memperebutkan sejumlah wilayah kekuasaan di kawasan Asia Barat seperti Suriah dan Anatolia.

Pada tahun 626, Pasukan Bizantium berhasil mengalahkan tentara Persia Sassaniyah dalam Pertempuran Niniveh, setelah memperoleh kemenangan dalam pertempuran atas Sassaniyah, wilayah kekuasaan Bizantium menjadi semakin luas. Untuk merayakan kemenangannya tersebut, Kaisar menziarahi Gereja Makam Suci yang terletak di Palestina, pada saat merayakan kemenangannya di Palestina, Heraklius mendapat kiriman surat dari Rasulullah Muhammad SAW yang memintanya untuk menganut agama Islam. Meski menolak masuk Islam, Heraklius tetap menghargai surat Rasulullah.

Meski pernah dekat dan sempat menjalin persahabatan dengan kaum muslim, pada masa kekuasaannya, Kekaisaran Bizantium beberapa kali terlibat konflik dengan kaum muslim, seperti dalam Perang Mu'tah, Perang Tabuk dan Pertempuran Yarmuk, yang pada ahirnya menyebabkan sebagian wilayah kekuasaan Bizantium di rebut oleh orang-orang Arab Muslim.