Haji Muhidin

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Lompat ke: navigasi, cari
Tingkat Vandal Tinggi Artikel ini merupakan artikel yang sering divandal oleh orang-orang tak berperasaan.

Jika anda melihat halaman ini berkurang isinya atau hilang, klik tombol "Versi Terdahulu" di atas dan kembalikan ke revisi yang masih baik.
Jika anda termasuk orang yang ngevandal, silahkan saja, karena halaman ini bisa dengan mudah diperbaiki, juga malah elu yang dosa. Sia-sia saja.

PosterMulan.png Mulan Jameelah APPROVES

Mulan Jameelah (מולן גמילה ,ﻣﻮﻻﻥ ﺟﻤﻴلة),
Makhluk TUHAN yang Paling Sexy, Jelmaan Wonder Woman, Pembawa Kitab Kama Sutra dan Tukang Jamu di Pasar Senen
,
menyatakan dengan ini bahawa artikel ini,
Haji Muhidin
sesuai dengan ajaran-Nya Jamiliyah dan layak untuk berada di sisi kanan-Nya dalam keseksian yang kekal dan hakiki.

Akibat Forbidden city.jpg

“Din, Din.”

~ Mertuanya

“Abah jangan kayak gitu.”

~ Anaknya

“Lah, Aye ngomong sesuai fakta, ya kan?”

“68% Fakta 32% Propaganda, Kalau itu Fakta, masukin dong ke Wikipedia

~ Roy Suryo kepada Haji Muhidin

“Diemm Loe!!!!!! Gue Telanjangin loe biar mampus! Wikipedia itu emang apa seehh!!”

~ Haji Muhidin kepada Roy Suryo

“Sabar... Gak boleh Gitu Semuanya!!! Walau Haji Muhidin sangat koplo, tapi dia sesepuh di kampung ini”

Haji Muhidin ketika masih muda
Haji Muhidin ketika mencalonkan diri sebagai Capres RI periode 2014-2019.

Haji Muhidin (diperankan oleh Latief Sitepu dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji) adalah tokoh terkemuka (alias terkenal) dan orang terpandang di Kampung Duku bahkan sampai Probolinggo dan Singaraja. Dia terkenal bukan karena dia menjadi Ketua RW di sana, tapi karena dia sombong dan sirik. Selain itu, dia juga punya minimarket dengan nama Haji Muhidin Mini Market dan pernah naik haji kira-kira 3 kali. Kini, Haji Muhidin berambisi untuk menjadi Pesinden Presiden RI periode 2014-2019 sekaligus menyaingi Prabowo Subianto atau Joko Widodo.


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Penulisnya keburu pergi sebelum selesai, mungkin karena penulisnya nonton Haji Muhidin lagi dalam sinetron Tukang Bubur Naik Punggung Pak Haji. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.