Vandalis Menyerang Kantor TVMC

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Lompat ke: navigasi, cari
Bendera Republik Rio.png
Ereccticotorra!!! Artikel ini memang berasal dari Republik Rio!!!


Artikel ini, Vandalis Menyerang Kantor TVMC mengandung unsur atau berasal dari Republik Rio, negeri anak-anak manusia.
Hati-hati jika anda pergi ke Ciudad Rio, menonton Liga Republik Rio, mencuci baju pake mesin cuci, melakukan penyensoran, melakukan tari perut, makan nasi goreng yang minyaknya banyak, nonton tardan (hitar jeung munding edan), menjadi intel, menerbangkan drone, dan hal-hal yang berhubungan dengan Republik Rio...

Segel Republik Rio.png
Artikel ini disetujui dan dipantau oleh pemerintah Republik Rio
Pemerintah Republik Rio, menyatakan dengan ini, bahwa artikel Vandalis Menyerang Kantor TVMC, telah disetujui oleh pemerintah dan sesuai dengan undang-undang Nomor 8 Tahun 1912. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
No Wikipedia.png

Semua Wikipedia tidak akan mempunyai artikel Vandalis Menyerang Kantor TVMC.
Maklum, Tolololpedia kan lebih canggih lagi, lebih minder lagi dan lebih edan lagi, hanya di TOLOLOLPEDIA.

Waktu: 8-10 November 2013 dan 17 November 2013
Tempat: Studio Program Televisi Mesin Cuci, Ciudad Rio ,Republik Rio
Status: Sudah selesai secara tidak damai dan kekeluargaan
Pasukan Keamanan
360 pasukan Tentara Republik Rio
Presiden Republik Rio
Satpol PP
Penyebab
Berhentinya siaran langsung pertandingan Sepak Bola Bundesliga secara mendadak tanpa pemberitahuan
Korban
Tidak ada satupun

Penyerangan Vandalis Ke Kantor Televisi Mesin Cuci atau populer dengan nama Serangan Vandalis Televisi Mesin Cuci adalah sebuah aksi vandalis Ciudad Rio yang melakukan penyerangan terhadap kantor stasiun televisi nasional Televisi Mesin Cuci. Vandalis vandalis ini dianggap telah mengacaukan siaran program di Televisi Mesin Cuci hingga Televisi Mesin Cuci terpaksa tidak siaran akibat ulah vandalis. Penyerangan dilakukan pada hari Jumat 8 November 2013- Minggu 10 November 2013 dan Minggu 17 November 2013.

Latar Belakang[sunting]

Vandalis vandalis ingin mengacaukan kota Ciudad Rio pada bulan November 2014. Tujuannya adalah ingin tahu cara aksi vandalis tersebut mengacaukan kantor media massa di Republik Rio. Padahal mereka tidak berniat mendaftarkan diri menjadi calon pegawai Televisi Mesin Cuci.

Nah pada pengujung bulan Oktober 2013, tiba tiba Televisi Mesin Cuci tidak menyiarkan sepak bola Bundesliga tanpa pemberitahuan sebelumnya. Padahal sebelumnya pihak promosi berjanji akan menyiarkan sebuah pertandingan tersebut melalui layar kaca. Vandalis vandalis awalnya tidak protes terkait dibatalkannya pertandingan tersebut lantaran sesuatu halangan.

“Ya... nggak jadi (menyebut nama pertandingan tersebut). Bagaimana ini?”

~ Seorang vandalis terhadap rekannya

“Mau diapakan lagi terusan? Cari di internet siapa tahu ada tujuannya kalau Televisi Mesin Cuci nggak jadi nyiarin langsung”

~ Seorang vandalis lainnya


Mereka kemudian mencari alasan tersebut di Google. Tiba tiba ketika vandalis tersebut mencari penyebab dibatalkannya siaran langsung pertandingan tersebut , mereka menemukan hal yang tidak diduga sebelumnya. Mereka menemukan informasi dari situs resmi Televisi Mesin Cuci akan digelar sebuah pencarian calon pegawai Televisi Mesin Cuci. Seorang vandalis kemudian berkata:

“Eh papaku mau daftar ke sini”

~ Salah seorang vandalis

“Eh iya keponakan ane juga mau daftar lho”

~ Salah seorang vandalis dengan Bahasa Kaskus


Akibatnya vandalis tersebut tidak fokus terhadap pikiran awalnya lalu rebutan handphone seorang vandalis untuk mendaftarkan diri sebagai calon pegawai di Televisi Mesin Cuci. Padahal niatnya bukan itu. Malam itu pula, vandal vandalis kemudian mendaftarkan diri sebagai calon pegawai Televisi Mesin Cuci melalui situs resmi Televisi Mesin Cuci.

Tanpa disadari kaum vandalis kalau mereka dinyatakan lolos sebagai calon pegawai Televisi Mesin Cuci. Mereka terus berjuang agar mereka mengetahui apa penyebab dibatalkannya Sepak Bola Bundesliga di Google.

Tiba tiba ada telepon berdering dari handphone salah satu seorang vandalis yang awalnya dikira salah sambung teresebut ketika mereka mencari penyebab dibatalkannya pertandingan Bundesliga.

“Assalamualaikum, selamat malam”

~ Seorang Vandalis berbicara melalui telepon di handphonenya

“Waalaikumsalam”

~ Pihak dari Televisi Mesin Cuci melalui telepon

“Ini bapak dari mana?”

~ Seorang Vandalisme melalui telepon di handphonenya

“Bapak ini dari Jonggol Televisi Mesin Cuci

~ Pihak dari Televisi Mesin Cuci melalui telepon

“Oalah... Ada yang bisa kami bantu, Pak?”

~ Seorang Vandalis melalui telepon di handphonenya

“Ini kalau tidak salah, teman teman Bapak mendaftarkan diri kepada Televisi Mesin Cuci ya?”

~ Pihak dari Televisi Mesin Cuci melalui telepon

“Maksud Bapak?”

~ Seorang Vandalis melalui telepon di handphonenya

“Kalau tidak salah, kami telah menerima laporan dari teman teman Bapak (dan mungkin Bapak sendiri) mendaftarkan diri sebagai calon pegawai di Televisi Mesin Cuci beberapa menit yang lalu. Dan teman teman Bapak bisa datang ke Televisi Mesin Cuci besok pagi, dan temui saya”

~ Pihak dari Televisi Mesin Cuci melalui telepon

“Jangan pak. Kami besok harus pergi ke Tukulnesia. Lagipula kami sudah punya tiket pesawat terbang, dan sudah tidak bisa diundur lagi keberangkatan kami. Minggu depan saja ya, Pak”

~ Seorang Vandalis melalui telepon di handphonenya

“Kapan kira kira?”

~ Pihak dari Televisi Mesin Cuci melalui telepon

“Kami baru pulang dari Tukulnesia pada 6 November 2013 pagi. Sekitar tanggal 8 November 2013an saja Pak. Bagaimana menurut Bapak?”

~ Seorang Vandalis melalui telepon di handphonenya

“Oh silahkan”

~ Pihak dari Televisi Mesin Cuci melalui telepon

“Terima kasih informasinya, Bapak. Oh saya tanya malam ini ada apa Televisi Mesin Cuci tidak ada siaran Bundesliga?”

~ Seorang Vandalis melalui telepon di handphonenya

“Sebabnya kami sedang menyiarkan program khusus tentang anti-vandalisme hingga bulan Desember tahun ini (2013). Untuk sementara waktu , Televisi Mesin Cuci akan tetap menyiarkan pertandingan sepak bola Bundesliga secara tunda per pertandingannya”

~ Pihak dari Televisi Mesin Cuci melalui telepon

“Terima kasih informasinya, Bapak”

~ Seorang Vandalis melalui telepon di handphonenya

“Sama sama, Wassalamualaikum”

~ Tutup sambungan telepon dari pihak Televisi Mesin Cuci

“Waalaikumsalam”

~ Tutup sambungan telepon dari penerima, Vandalis


Setelah menelpon dari Televisi Mesin Cuci maka vandalis vandalis tersebut lega sudah diberi alasan tersebut. Vandalis itu percaya saja kalau itu hanya bersifat sementara waktu. Ini terus berlangsung hingga memasuki bulan November tahun 2013. Tanpa disadari bahwa mereka telah dibohongi oleh pihak Televisi Mesin Cuci bahwa siaran Bundesliga tidak ditayangkan secara tunda maupun langsung oleh Televisi Mesin Cuci, seperti janjinya.

Penyerangan[sunting]

Jumat, 8 November 2013

Pukul 08:10 : Vandalis-vandalis yang sebelumnya telah menghubungi Televisi Mesin Cuci melalui sambungan telepon tersebut sudah semakin jengkel akibat dibatalkannya siaran tunda Bundesliga yang dulunya dijanjikan disiarkan oleh Televisi Mesin Cuci meski bersifat siaran tunda. Vandalis tersebut menggelar rapat kecil kecilan di sebuah warung kopi yang berlokasi di pinggir jalan raya utama Ciudad Rio. Tetapi rapat tersebut belum bisa dimulai karena dua temannya belum datang karena sedang mengantar pacarnya. Seorang lagi karena terjebak kemacetan di jalan raya.

Pukul 08:37 : Dua orang vandalis tiba di warung kopi. Tetapi rapat masih belum bisa dimulai.

Pukul 08:45 : Rapat baru bisa dimulai di sebuah warung kopi secara tertutup. Pada awal rapat ini, panitia rapat yang juga kaum vandalis belum mencari tema dari rapat tersebut.

Pukul 09:00 : Akhirnya rapat tersebut membuahkan tema. Yakni penyerangan besar besaran di stasiun televisi Televisi Mesin Cuci sebagai bentuk protes karena dibatalkannya siaran Bundesliga walaupun disiarkan secara tunda. Rencananya penyerangan yang mereka lakukan dilakukan siang hari di hari itu juga. Isi dari rapat tersebut antara lain:

Pukul 10:15 : Setelah selesai rapat, vandalis vandalis langsung pergi ke sebuah toko pistol untuk membeli pistol sungguhan untuk meletuskan peluru di depan pihak Televisi Mesin Cuci.

Pukul 10:30 : Vandalis vandalis tiba di sebuah toko pistol. Mereka berkerja sama membeli pistol di toko tersebut.

Pukul 10:40 : Usai membeli pistol di toko , maka Vandalis vandalis berangkat ke Masjid Al-Ikhlash untuk menunggu ibadah Sholat Jumat secara bersama sama, walaupun ibadah Sholat Jumat masih lama.

Pukul 11:00 : Vandalis tiba di Masjid Al-Ikhlash. Sambil menunggu kehadiran jamaah jamaah lain, mereka berpikir ulang tentang penyerangan kantor Televisi Mesin Cuci yang sudah direncanakan.

Pukul 11:55 : Pelaksanaan ibadah Sholat Jumat dimulai.

Pukul 12:30 : Pelaksanaan ibadah Sholat Jumat selesai. Pada saat bersamaan vandalis vandalis meninggalkan Masjid Al Ikhlash dan berangkat menuju stasiun televisi Televisi Mesin Cuci.

Pukul 12:32 : Vandalis vandalis berangkat menuju stasiun televisi Televisi Mesin Cuci. Baru 300 meter dari Masjid Al-Ikhlash , mereka mendengar laporan dari warga setempat akan digelar pemeriksaan oleh Polrestabes Ciudad Rio untuk seluruh kendaraan. Untuk menghindari pemeriksaan , mereka langsung mencari jalan pintas yang arahnya ke kantor Televisi Mesin Cuci.

Pukul 12:53 : Tibalah mereka di kantor Televisi Mesin Cuci dengan selamat tanpa diketahui Polrestabes Ciudad Rio.

Pukul 12:57 : Penyerangan oleh kaum vandalis di Televisi Mesin Cuci benar benar dimulai. Anggota vandalis yang berjumlah 250 orang turun ke jalan hanya memberi dukungan sesama vandalis untuk mengacaukan siaran Televisi Mesin Cuci. Sebagian memberi dukungan di jalan raya , sebagian masuk dan menyerang kantor Televisi Mesin Cuci , sebagian menonton Televisi Mesin Cuci melalui hand phone untuk memastikan siaran televisi milik Pemerintah Republik Rio ini.

Pukul 13:00 : Kelompok vandalis dibagi menjadi 4 beraksi. Kelompok pertama menyalakan pistol , kelompok kedua menyalakan korek api di ruang genset , kelompok ketiga menyiksa pihak Televisi Mesin Cuci dan kelompok yang terakhir mengobrak abrik studio programn Televisi Mesin Cuci. Sisanya memberi dukungan di depan kantor Televisi Mesin Cuci dengan berdiri di jalan raya. Penyerangan dilakukan di dalam kantor Televisi Mesin Cuci dengan kerja sama.

Pukul 13:04 : Kelompok vandalis mengobrak abrik ruang siaran Televisi Mesin Cuci. Vandalis lalu membakar komputer yang berisi program program siaran Televisi Mesin Cuci. Sesaat kemudian siaran Televisi Mesin Cuci terganggu dan tidak bisa siaran.

Siaran Televisi Mesin Cuci sesaat setelah ruang siarannya diserang oleh kaum vandalis

.

Pukul 13:12 : Mobil siaran Televisi Mesin Cuci dikabarkan terjebak nostalgia kemacetan. Padahal lokasi mobil siaran dekat dengan kantor Televisi Mesin Cuci. Melihat ada sesuatu yang mencurigakan di depan kantornya terpaksa sang supir turun untuk mendorong mobil.

Pukul 13:16 : Mobil siaran Televisi Mesin Cuci tiba di kantor Televisi Mesin Cuci. Sang supir langsung panik karena kaum vandalis mengepung kantor televisi tersebut. Saat supir tiba dan masuk ke dalam kantor Televisi Mesin Cuci , dirinya terkejut kantornya dikepung oleh vandalis.

Kemacetan lalu lintas di dekat kantor Televisi Mesin Cuci. Terlihat jelas kaum vandalis mendukung rekannya merusak kantor Televisi Mesin Cuci (kiri). Kendaraan terpaksa berjalan dengan kecepatan rendah dan melewati jalur angkot (kanan)

.

Pukul 13:17 : Pihak Televisi Mesin Cuci meminta vandalis vandalis pergi jauh. Karena aksi ini dilakukan di tengah jalan raya. Vandalis tersebut menolak hingga terjadi adu misuh kepada pihak Televisi Mesin Cuci.

Jancuk, Ada apa ini?”

~ Salah seorang vandalis sambil membawa rotan

“Kami minta bapak bapak untuk pergi!”

~ Teriak seorang pegawai Televisi Mesin Cuci yang nyaris menjadi korban kekerasan

“Pokoke kami minta pertanggung jawaban Mbak masalah batalnya Bundesliga!”

~ Seorang vandalis yang kepalanya botak seperti Ipin

“Saya agak tidak tahu masalah itu”

~ Pegawai Televisi Mesin Cuci yang menggunakkan kerudung

“Heh! Kamu kan pakai jilbab. Orang orang yang sering memakai jilbab harus tahu seluruh masalah di dunia ini! Bukannya pura pura tidak tahu!”

~ Seorang vandalis yang berbicara sambil makan roti tawar

“Saya tidak tahu benar masalah itu”

~ Pegawai Televisi Mesin Cuci yang menggunakkan kerudung

“Ah.. alasan Mbaknya ini”

~ Seorang vandalis yang kepalanya botak seperti Ipin


Pegawai tersebut ketakutan karena vandalis vandalis mendekatinya. Lantas dalam sekejap detik, vandalis vandalis tersebut mengeroyok pegawai tersebut, untung korban saat itu masih hidup dan tidak mengalami luka luka. Bahkan jilbab yang ia gunakan lepas dan terlihat sekali rambutnya yang panjang melebihi bahu. Pihak dari Televisi Mesin Cuci meminta vandalis tersebut pergi karena mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang luar biasa.

Pukul 13:36 : Pada saat tengah berlangsungnya penyerangan vandalis di kantor Televisi Mesin Cuci pembawa berita Tuti Aji Wirya diserang oleh sejumlah vandalis di depan pihak Televisi Mesin Cuci di kantor Televisi Mesin Cuci. Seperti vandalis lainnya yakni menjelaskan batalnya Bundesliga secara paksaan.

“Saya memang kurang tahu soal itu”

~ Tuti Aji Wirya

“Bohong”

~ Seorang vandalis


Sesaat kemudian wanita berkaca mata langsung dikirim ke sebuah mobil di lokasi. Sebelum dimasukkan ke dalam mobil, vandalis mengangkat Tuti Aji Wirya ke udara hingga tepat di atas mobil (emangnya kertas apa?!).

Pukul 13:37 : Seorang vandalis memasukkan presenter Tuti Aji Wirya ke dalam sebuah mobil yang dimaksud. Tuti Aji Wirya terus meminta vandalis vandalis untuk mengeluarkan dirinya. Tetapi vandalis tidak menghiraukan permintaan Tuti Aji Wirya. Vandalis tersebut meninggalkan (sementara) lokasi untuk menculik Tuti Aji Wirya dengan sebuah mobil.

Pukul 13:47 : Vandalis tiba di sebuah sungai yang airnya semakin dangkal banget. Di sinilah Tuti Aji Wirya diculik dan dibuang ke sungai.

“Tolong...tolong”

~ Tuti Aji Wirya ketika badannya mulai kedinginan di sungai

“Saya minta jangan lapor ini ke hukum!”

~ Seorang vandalis yang mengantarkan Tuti Aji Wirya sambil berjalan meninggalkan sungai

“Kalian ini benar benar keterlaluan”

~ Tuti Aji Wirya


Sayang ucapan Tuti Aji Wirya (di atas tulisan ini) terkesan seperti bicara sendirian. Soalnya sang vandalis penculik Tuti Aji Wirya langsung kabur dan membiarkkan Tuti Aji Wirya berendam sendirian di sungai yang airnya dangkal. Tuti Aji Wirya terus meminta tolong untuk menyelamatkan nyawanya sebelum hujan tiba.

Pukul 14:00 : Penculik Tuti Aji Wirya kembali ke kantor Televisi Mesin Cuci untuk mendukung teman teman sesama vandalis yang sedang menyerang kantor Televisi Mesin Cuci.

Pukul 14:15 : Ternyata penyerangan kantor Televisi Mesin Cuci mendapat rasa keprihatinan oleh Presiden Republik Rio di Istana Kepresidenan. Meski sang Presiden tidak ikut menyaksikan penyerangan secara langsung di kantor Televisi Mesin Cuci, Presiden hanya pasrah akibat ulah vandalis tak bertanggung jawab. Presiden Republik Rio meminta pidato di hadapan jurnalis (termasuk Televisi Mesin Cuci).

“Assalamualaikum warrachmatullahi wabarakatuh. Puji dan syukur kita kehadirah Allah Subhanna Huwatalla, yang telah memberi nikmat serta karunia-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul bersama di hari yang cerah ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita semua hingga saat ini.

Pada siang hari ini kita dikejutkan oleh vandalis vandalis yang tidak bertanggung jawab. Vandalis vandalis ternyata merusak kondisi Republik Rio dari aman menjadi darurat. Saya mendengar informasi dari sebuah stasiun televisi nasional ternyata tidak bisa mengudara karena ulah vandalis vandalis tersebut. Vandalis tersebut memang sudah lama akan menyerang Republik Rio (termasuk di ibukota negara, Ciudad Rio) di manapun tempat. Kita juga ikut kecewa karena vandalis tidak mau menaati nasihat dari stasiun televisi nasional. Hingga saat saya bicara, masih ada kemungkinan bila vandalis tersebut meneruskan penyerangan.

Saya meminta untuk Tentara Republik Rio (TRR), Satpol PP, dan lembaga lembaga penegak hukum lainnya baik di Ciudad Rio maupun Republik Rio untuk mengadakan razia dengan tujuan mencegah vandalis yang ingin mengacaukan kondisi kita. Mulai hari ini juga, lembaga lembaga penegak hukum untuk menggelar razia selama 24 jam. Ini sekaligus meningkatkan keamanan tinggi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Rio sebentar lagi.

Itu yang bisa saya sampaikan pada siang ini. Terima kasih. Apabila saya telah melakukan kesalahan selama saya membacakan pidato, mohon dimaafkan. Wassalamualaikum Warrachmatullahi Wabarakatuh”
~ Pidato Presiden Republik Rio di Istana Kepresidenan Republik Rio yang juga diliput oleh media massa Republik Rio (termasuk Televisi Mesin Cuci)


Pukul 14:21 : Setelah dikeluarkannya instruksi dari Presiden Presiden Republik Rio , sejumlah pasukan keamanan langsung siaga di seluruh Republik Rio mulai dari Tentara Republik Rio, Satpol PP , hingga lembaga hukum lainnya diminta mengamankan Vandalis yang nakal dengan segala cara. Ternyata dikabarkan Presiden Republik Rio akan langsung ke kantor Televisi Mesin Cuci pada hari itu dengan menyamar sebagai Super Presiden.

Pukul 14:40 : Di tempat terpisah Tuti Aji Wirya yang juga pembawa acara berita di Televisi Mesin Cuci dievakuasi oleh Tim SAR Ciudad Rio di sungai. Tuti Aji Wirya dikabarkan di sungai selama satu jam setelah diculik oleh vandalis yang mengepung Televisi Mesin Cuci.

Pukul 14:45 : Tuti Aji Wirya dibawa ke sebuah rumah sakit swasta untuk diotopsi.

Pukul 15:01 : Seorang dokter menjelaskan bahwa Tuti Aji Wirya kemasukan air sungai di dalam perutnya. Untuk sementara Tuti Aji Wirya disarankan untuk rawat inap selama beberapa hari ke depan.

Pukul 15:23 : Pihak dari Televisi Mesin Cuci meminta vandalis untuk pulang ke rumah masing masing. Hal itu terjadi karena pihak keamanan se-Republik Rio akan menjaga kantor Televisi Mesin Cuci dalam waktu dekat. Vandalis vandalis tidak percaya dengan omongan tersebut.

“Ayo kalian keluar.. sekarang!”

~ Seorang karyawan dari Televisi Mesin Cuci

“Sebentar lagi Pak Presiden datang ke sini”

~ Seorang karyawan dari Televisi Mesin Cuci

“Emang masalah buat lo?”

~ Seorang vandalis

“Iya! Sekarang waktunya kalian pulang”

~ Seorang karyawan dari Televisi Mesin Cuci


Perlawanan terus terjadi.

Pukul 15:55 : Presiden Republik Rio datang bersama rombongan negara lainnya dengan mobil khusus kepresidenan di kantor Televisi Mesin Cuci. Sebagian vandalis langsung melarikan diri agar tidak diketahui oleh sang Presiden Republik Rio dan rombongan negara lainnya. Sebagiannya masih berada di kantor Televisi Mesin Cuci sambil menunjukkan atribut kepada Presiden dan rombongan negara.

Pukul 17:20 : Seorang vandalis meninggalkan sebuah pusat perbelanjaan di Ciudad Rio dengan mengendarai sepeda motor. Vandalis ini membuat petugas keamanan pusat perbelanjaan curiga karena vandalis ini diketahui membawa senjata tajam di balik 98 saku celananya. Ditambah lagi sepeda motor tersebut menggunakan knalpot brong dan tidak memakai nomor kendaraan.

Pukul 17:23 : Untuk menghindari hal hal terkait vandalis ini, petugas keamanan dari pusat perbelanjaan menghubungi kepolisian untuk menangkapnya.

Pukul 17:54 : Karena waktu telah memasuki malam hari, vandalis vandalis memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing.

Pukul 17:54 : Pada saat bersamaan datang sejumlah anggota Satpol PP dengan truk Satpol PP. Seluruh vandalis yang menyerang kantor Televisi Mesin Cuci lari tidak keruan agar tidak ditangkap Satpol PP. Untung ada seorang anggota Satpol PP berhasil mencegah usaha kaburnya kaum vandalis.

“Hayo mau ke mana?”

~ Seorang anggota Satpol PP dengan membawa sebuah pentungan

Vandalis tersebut malah lari tanpa mendengar himbauan dari Satpol PP dan pergi menjauh.

Pukul 18:00 : Televisi Mesin Cuci menggelar konferensi pers di dalam kantor, walau di dalam kantor suasannya kacau. Konferensi pers tidak disiarkan oleh Televisi Mesin Cuci. Sejumlah media massa ikut meliput jalannya konferensi pers. Isi dari konferensi pers tersebut:

Dan lain lain

Pukul 18:25 : Setelah konferensi pers, pihak Televisi Mesin Cuci mulai memindahkan basis operasional dari Ciudad Rio ke Villa Ghaida untuk keamanan. Studio program Televisi Mesin Cuci yang masih selamat dari penyerangan vandalis akan dipindahkan.

Pukul 20:00 : Di dalam kantor kepolisian Kepolisian Republik Rio akhirnya diketahui bahwa vandalis yang diketahui mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor berhasil diketahui dari rekaman CCTV. Rekaman tersebut menunjukkan vandalis tersebut kabur ke kota lain.

Pukul 20:09 : Rapat di dalam kantor Kepolisian Republik Rio berlangsung terkait penangkapan vandalis tersebut.

Pukul 20:30 : Setelah mengadakan rapat , anggota kepolisian kembali membuka rekaman CCTV tadi. Ternyata vandalis kabur ke Villa Ghaida dengan mengendarai sepeda motor tersebut. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polrestabes Villa Ghaida hanya untuk menangkap vandalis tersebut.

Pukul 21:00 : Televisi Mesin Cuci akhirnya resmi menyatakan pindah pusat siaran ke Villa Ghaida. Hal itu ditandai dengan puluhan mobil operasional siaran meninggalkan kantor lamanya di Ciudad Rio. Jalan raya di kantor Televisi Mesin Cuci masih terlihat sepi dari kendaraan. Mobil polisi dan lembaga keamanan terus menjaga keamanan Ciudad Rio.

Pukul 21:04 : Kantor Televisi Mesin Cuci di Ciudad Rio disegel oleh anggota Satpol PP. Kunci segel terpasang di pintu Televisi Mesin Cuci dan dirapat dari dalam.

Pukul 21:05 : Keamanan di kantor Televisi Mesin Cuci terus dijaga. Seorang Tentara Republik Rio berwujud robot memasang salah satu spanduk di halaman kantor Televisi Mesin Cuci.

Sabtu, 9 November 2013

Pukul 02:00 : Dini hari Televisi Mesin Cuci dinyatakan tiba di tempat barunya , Villa Ghaida. Tetapi, Televisi Mesin Cuci masih belum bisa mengudara.

Pukul 02:05 : Pihak dari Televisi Mesin Cuci mencoba simulasi siaran terlebih dahulu di Villa Ghaida. Saat itu pula, mobil operasionalnya baru tiba di kantor Televisi Mesin Cuci Villa Ghaida.

Pukul 04:15 : Siaran Televisi Mesin Cuci untuk daerah Villa Ghaida berhasil dijangkau di seluruh Villa Ghaida. Televisi Mesin Cuci masih belum bisa mengudara karena masih banyak cara yang harus dilakukan Televisi Mesin Cuci untuk kembali mengudara dalam kondisi darurat.

Pukul 05:30 : Kelompok vandalis vandalis di Ciudad Rio berkumpul di depan Rio Trade Center. Keheningan pagi hari di kota Ciudad Rio berubah pecah ketika kelompok vandalis mengendarai sepeda motor yang secara sengaja mengendarai sepeda motor dengan suara yang sangat keras dan mengadakan orasi besar besaran.

Pukul 05:55 : Saat sekelompok vandalis tengah berkumpul di depan Rio Trade Center, tiba tiba mobil Televisi Mesin Cuci berhenti di pusat perbelanjaan ini. Kedatangan mobil ini membuat sejumlah vandalis vandalis langsung menghadangi mereka. Pihak Televisi Mesin Cuci kebingungan untuk meliput berita di Rio Trade Center pagi itu. Sedangkan pihak vandalis memaksa menjelaskan pemberhentian Bundesliga.

“Heh!! TV MILIK PEMERINTAH REPUBLIK RIO YANG GAK MAU NJELASIN KE KITA SEMUA ADA APA Bundesliga BERHENTI TAYANG DI TELEVISI MESIN CUCI GAK ADA KABAR?! KAMI VANDALIS SE-CIUDAD RIO TERUS MENYERANG TEMPAT LU SIARAN SAMPAI ROKET ROKET KEMBALI KE BUMI!”

~ Teriakan sejumlah vandalis di Rio Trade Center di hadapan Televisi Mesin Cuci

.

Pukul 06:14 : Vandalis vandalis meninggalkan Rio Trade Center, lalu mereka akan mengelilingi Ciudad Rio untuk mencari mobil Televisi Mesin Cuci untuk dijadikan sasaran vandalis.

Pukul 08:00 : Televisi Mesin Cuci yang berpusat di Villa Ghaida berhasil mengudara di Ciudad Singlet. Siaran Televisi Mesin Cuci saat itu belum sepenuhnya berhasil.


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Penulisnya keburu pergi sebelum selesai, mungkin karena penulisnya karena dipenjara akibat ulahnya sendiri. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Macam-Macam Perang Akbar
Prajurit Cosmic Faction.jpg
10 November 1945 | Invasi Belanda ke Indonesia | Invasi Rusia ke Azerbaijan | Invasi Tolololpedia Desember 2007 | Invasi Tolololpedia Agustus 2009 | Invasi Tolololpedia April 2009 | Konflik 7 Suporter | Konflik Rusia | Peperangan Jamiliyah melawan Kerajaan Taman Lawang dan kawan kawan | Perang Anti UnWiki | Perang Besar Kakus | Perang Chile | Perang Diponegoro | Perang Dunia IV | Perang Dunia V | Perang Dunia VI | Perang Dunia VII| Perang Galaksi | Perang Galaksi II | Perang Galaksi III | Perang Galaksi IV | Perang Ganyang Malaysia | Perang Gitalovers | Perang Indomie VS Es Be Ye | Perang Indonesia-Australia | Perang Jancis-Italia | Perang Kaspersky-Nohara | Perang Kemerdekaan Azermania | Perang Candu | Perang Klaim Dunia II | Perang Klaim Dunia III‎ | Perang Klaim Dunia IV | Perang Klaim Dunia VII | Perang Dunia Abad Pertengahan | Perang Mali-Amerika | Perang Vietnam | Perang melawan Anti-Jameelahisme | Perang Pengklaiman Papua | Perang melawan ideologi-ideologi Tukul | Perang Tukulnesia-Wikipedia | Perang Amerika-Tukulnesia | Pertempuran Laut Tukul | Perang Miethuania | Perang Puputan | Perang Saudara Barneytopia | Perang Saudara Ke I | Perang Saudara ke II | Perang Salib | Perang Tolololpedia VS Barneytopia | Perang KIIR | Perang Anti Qayyum-Qayyumnesia | Perang Idola | Perang Asia I | Perang FPI-PKI | Perang WARPUZ-Republik Rio | Perang WARPUZ-Tukulnesia | Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio | Vandalis Menyerang Kantor TVMC | Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio | Perang Banci | Perang Korea | Perang Ukraina | Perang Boer | Perang Balkan | Perang Lampuneon Bonaparte | Perang Abyssinia | Perang Troya | Perang Tiga Puluh Tahun | Invasi Teluk Babi | Perang Alexander yang dipertuan Agung | Perang Turki | Perang Gaza | Revolusi Qayyumnesia 2014 | Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia | Konflik DC vs SR | Perang Tzuyu | Perang Jennie-Rosé | Perang Cebong-Kampret | Perang Budaya Benua Tolololpedia|Perang Britania Raya-Negara api