Trans7

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
#IniBaruTrans7.png
TransTV.png
Trans7.png
!.pngArtikel ini merupakan versi Trans Media !.png


Bouncywikilogosmall.gif
Untuk orang-orang yang tidak memiliki rasa humor sekalipun, bangsa(t) Wikipedia yang lepas membuat artikel tentang Trans 7.
Twitter caido.png
Follow twitternya di :
@TRANS7

“DEMI TU-HAAAAAAAAAAN!”

“Tonton Trans7, emang jadi GREGET!”

Trans7 Chocolate Bar, Gaji hijib coklat

“Gak ada woi!”

~ Reza Fachrizal kepada Setiga Farma


Trans7
PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
Trans7.png
Diluncurkan 25 November 2001
Pemilik Trans Media
Tokoh penting Prof. Ir. Yayan Ruhian SG (Sarjana Greget)
Format gambar 1080i 16:9 HDTV
Slogan Males, Tolol, Bodoh, Bego Aktif, Cerdas, Menghibur
#IniBaruTrans7
Negara Indonesia
Nama sebelumnya TV7 (hingga 15 Desember 2006)
Saluran saudara Trans TV
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Situs web [1]
Mad Dog kesukaan nonton acara di Trans7 yang diciptakaan paling GREGET BANGET!

Trans7 adalah Statsiun Tv Nasional ke-8 diluncurkan tanggal 25 November 2001 31 Desember 1988.

Trans7 adalah adiknya TransTV. Pada tanggal 15 Desember 2006, TransTV mengajak TV7 bergabung dan mengubah namanya jadi Trans7. TransTV tertarik pada TV7 karena menurut Deddy Corbuzier, angka 7 menentukan peruntungan anda. Tidak lupa ditambahkan kata Trans di depannya, meskipun TV7 tidak memakai waria sebanyak TransTV.

Trans7 ini adalah stasiun televisi favorit bagi kaum anak muda alay bin lebay, anak muda sok gaul, dan orang-orang bodoh yang gak mau mikir keras dan pake nafsu. Trans7 menjadi akrab dengan golongan-golongan tersebut karena acara-acara di Trans7 sangat sesuai dengan karakter pemirsanya yang rata-rata malas menggunakan otaknya hanya karena nafsu bejat dan nafsu syahwat. Program-program Trans7 memang terkenal dengan tema edukasi hingga humor ganas. Semua itu membutuhkan otak untuk mencernanya sehingga kaum yang gak punya otak pun sangat terinspirasi menonton acara-acara Trans7.

Selain itu Trans7 adalah stasiun televisi dengan jadwal program yang ambudaradul dan suka-suka hati bapaknya aja mengatur jadwal program.

Sejarah[sunting]

Awal berdiri dan bersiaran[sunting]

Berkas:TV7.svg
Logo TV7 (25 November 2001 – 15 Desember 2006)

Awalnya, Trans7 tidak direncanakan "dilahirkan" dengan nama TV7, melainkan bernama Duta Visual Nusantara Televisi (disingkat DVN TV) yang lisensinya dikeluarkan pada 25 Oktober 1999, bernomor 797/MP/PM/1999, sebagai hasil dari pengumuman seleksi pendirian televisi swasta pada 12 Oktober 1999 oleh Departemen Penerangan bersama 4 televisi swasta nasional lain (Trans TV, PRTV, GIB dan MTI TV).[1] Stasiun televisi baru ini dimiliki oleh H. Sukoyo,[2][3] seorang pengusaha tambak udang dari Jawa Timur bersama 3 pihak lain,[4] yang merupakan rekanan Sukoyo dalam bisnis pager Starpage.[5][6] Namun, kemudian Sukoyo memutuskan untuk menjual lisensi pendirian televisi miliknya kepada kelompok Kompas Gramedia sebesar 80%.[7] Tercatat, Kompas Gramedia menguasai stasiun TV ini lewat tiga perusahaan miliknya: PT Teletransmedia (48%), PT Transito Tatamedia (38,7%), dan PT Duta Panca Pesona (3,3%). Sementara itu, Sukoyo hanya menguasai sekitar 1% (awalnya 20% sebelum dijual)[8] dan 9% sisanya dipegang oleh dua individu lain (3,5% Yongky Sutanto dan 5,5% Lanny Irawati Lesmana - yang terakhir memiliki hubungan darah dengan Karna Brata Lesmana, pemegang saham mayoritas Starpage).[9] Sukoyo sendiri rupanya kemudian mendapatkan keuntungan besar dari penjualan ini dan kemudian mendirikan sebuah televisi swasta lokal lisensi dari Uni Emirat Arab di tahun 2005, yaitu TV Anak Spacetoon.[10]

Pihak kelompok Kompas Gramedia (KKG) sendiri menganggap, pembelian saham DVN TV tersebut merupakan perwujudan dari niat lama mereka memiliki sebuah stasiun televisi. Dimulai pada 1970-an ketika ada isu pemerintah akan mengizinkan pendirian televisi swasta bagi pemilik stasiun radio swasta, KKG menyambut antusias rencana tersebut dengan mendirikan Radio Sonora, namun kemudian pemerintah membatalkan niatnya. Lalu, pada akhir 1980-an ketika televisi swasta pertama didirikan, KKG berusaha kembali mewujudkan impiannya, namun gagal karena Menteri Penerangan Harmoko menyebut bahwa keputusan tentang televisi swasta ada di tangan Presiden Soeharto. Pada upaya ketiga, ketika pemerintah membuka seleksi pendirian televisi swasta pada 1999, KKG terlambat mempersiapkan diri sehingga seleksi tersebut keburu ditutup sebelum bisa mengikutinya. Akhirnya, dipilihlah jalan pintas, dengan mengakuisisi saham mayoritas DVN TV yang pada saat itu mengalami kesulitan memulai operasionalnya.[5] Nama DVN TV kemudian diganti menjadi TV7 yang didirikan pada 2 Maret 2000 berdasarkan izin dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jakarta Pusat dengan Nomor 809/BH.09.05/III/2000. Pada tanggal 22 Maret 2000 keberadaan TV7 telah diumumkan dalam Berita Negara Nomor 8687 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh.[11] Logo TV7 sendiri diartikan sebagai simbol dari "JO" yang merupakan singkatan dari Jakob Oetama (1931-2020), pemilik TV7. Sedangkan angka 7 sendiri kemungkinan dipilih karena TV7 merupakan stasiun televisi swasta nasional ke-7 di Indonesia yang beroperasi saat itu.

Pihak TV7 sendiri pada 2001 menargetkan stasiun televisi miliknya akan memiliki program 70% hiburan (terutama film Indonesia dan olahraga) ditambah 30% berita. Siarannya sendiri direncanakan dimulai pada Oktober di tahun yang sama, dan pada Maret 2002, ditargetkan TV7 sudah bersiaran penuh.[5] Namun, baru pada 25 November 2001 siaran TV7 diluncurkan, dengan wilayah siar awalnya terbatas di Jabodetabek dan sekitarnya menggunakan kanal 49 UHF, selama 5 jam dari 17:00-22:00 WIB. Sejak awal, TV7 sudah berusaha "menggebrak" dengan langsung menjadi penyiar Liga Utama Inggris selama beberapa periode, ditambah acara-acara Ramadhan di siaran awalnya. Lama siaran TV7 kemudian diperpanjang, hingga pada 7 April 2002 mulai bersiaran resmi[12] dan pada 2003 sudah bersiaran dari 04:30-02:30 WIB (22 jam). Cakupan siarnya kemudian juga diperluas ke beberapa kota, seperti Surabaya dan Surakarta. Hingga 2003, karyawan TV7 mencapai 300 orang, dan modal yang digunakan dalam pendiriannya mencapai Rp 200 miliar. Program-programnya sendiri berbasis hiburan, dengan sentuhan yang cenderung melokal dan eksploratif, misalnya pada Jejak Petualang.[13] Walaupun demikian, jalan yang dihadapi TV7 sendiri dalam operasionalnya tidak terlalu mulus, karena rating acaranya tidak terlalu baik.[14] Bahkan, pada Juli 2003, dilaporkan bahwa stasiun televisi ini sudah ditawar untuk dijual kepada induk SCTV, PT Surya Citra Media Tbk karena kesulitan keuangan, walaupun pihak TV7 membantah rumor ini dan menyatakan hanya kerjasama saja yang terjadi antara keduanya.[15][16]

TV7 dan Al Jazeera[sunting]

TV7 semakin dikenal masyarakat pada triwulan pertama 2003, setelah merelai siaran Al Jazeera secara langsung setiap harinya selama invasi Amerika Serikat ke Irak berlangsung melalui tayangan berita bertajuk "Invasi ke Irak". Langkah TV7 ini diikuti oleh antv yang merelai siaran stasiun televisi yang berbasis di Dubai, Al Arabiya mengenai hal serupa.[17]

Masyarakat Indonesia secara umum menyambut baik langkah TV7 ini, terutama bagi beberapa pihak yang kurang setuju dengan "kebenaran" media Barat.[18] Meski beredar kabar bahwa Presiden Megawati mendesak TV7 agar menghentikan relai siaran Al Jazeera, humas TV7 saat itu, Uni Lubis, membantah kabar itu. Bahkan, Uni menegaskan bahwa relai tetap diteruskan dan gangguan-gangguan dalam relai tersebut terus diatasi.[19]

Perubahan kepemilikan dan identitas[sunting]

Berkas:Trans7 logo.png
Logo pertama Trans7 (15 Desember 2006 – 15 Desember 2013).

Meskipun tercatat bisa menaikkan pendapatan iklannya dari Rp 800 miliar pada 2005 menjadi Rp 1,8 T pada 2006,[20] justru di tahun yang sama, tersiar kabar bahwa TV7 akan dijual oleh Kompas Gramedia, karena selama beroperasi, dirasa tidak menguntungkan. Sempat ada rumor yang menyebutkan bahwa stasiun televisi ini akan dijual kepada Indosiar maupun televisi asing STAR TV, meskipun tidak ada yang terealisasi, kemungkinan karena perbedaan visi.[21] Pada akhirnya, pencarian pemilik baru TV7 usai ketika pada tanggal 4 Agustus 2006, Para Group melalui PT Para Inti Investindo (pemilik Trans TV) resmi membeli 49% saham PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (yang kemudian meningkat menjadi 55%).[22][23] Jakob Oetama sebagai Presiden Direktur Kompas Gramedia juga menyetujui kerja sama dengan Trans TV karena adanya kesamaan kultur yang dipegang oleh kedua belah pihak, yakni adanya kesamaan antara visi dan misinya. Kesamaan tersebut, salah satunya adalah kesepakatan tetap mempertahankan program-program yang mendidik dan informatif.[24] Proses kerja sama pun berlangsung dengan cepat yang diikuti oleh Rapat Umum Pemegang Saham pada hari yang sama.

Kemudian, juga diadakan perubahan manajemen dan operasional. Di bidang manajemen, Agung Adiprasetyo yang kemudian juga menjabat sebagai CEO Kompas Gramedia ditunjuk sebagai Komisaris TV7, ditambah masuknya sejumlah personel Trans TV seperti Wishnutama dalam manajemen TV7. Sedangkan untuk operasional, dilakukan penggabungan kantor dan redaksi (dari Wisma Dharmala Sakti (sekarang Intiland Tower) di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat serta di Cawang, Jakarta Timur) serta operasional dan teknisi menjadi bersama Trans TV yang diharapkan mampu menekan biaya operasional yang mencapai Rp 15 miliar per bulan.[25] Kerjasama keduanya sendiri tidak dimaksudkan untuk saling bersaing, karena kedua stasiun televisi sudah memiliki segmentasi masing-masing. Dalam sebuah wawancara, Chairul Tanjung sendiri menargetkan bahwa TV7 akan didesain untuk penonton olahraga dan pria, sedangkan Trans TV lebih berfokus ke informasi, edukasi, dan hiburan keluarga seperti sebelumnya.[26] Diharapkan, sinergi bersama Trans TV bisa membantu TV7 meningkatkan rating dan pendapatan iklannya.[23][27]

Kantor Trans Media di Jakarta.

Perubahan kepemilikan ini juga ditandai dengan perubahan logo dan nama yang dilakukan pada 15 Desember 2006 (bertepatan dengan ulang tahun Trans TV yang ke-5) pukul 19:00 WIB. TV7 mengubah logo dan namanya menjadi Trans7, dimana kata "TV" menjadi "Trans" namun namanya tetap menggunakan angka 7. Sejak itu letak logonya pun diubah pula, dari posisi yang biasanya di sudut kiri atas menjadi sudut kanan atas agar letak logonya sama dengan Trans TV. Layaknya logo Trans TV, logo Trans7 kali ini juga terinspirasi dari batu, yaitu safir persegi panjang berwarna biru, dengan makna ketegasan, karakter yang kuat, serta kepribadian bersahaja yang akrab dan mudah beradaptasi. Batu safir juga dianggap simbol keindahan yang tidak lekang oleh waktu.[28]

Kesuksesan Trans7[sunting]

Berbeda dengan saat menjadi TV7, terhitung mulai 2007, keuntungan yang dicapai Trans7 telah memasuki puncaknya. Bahkan, menurut buku Chairul Tanjung si Anak Singkong pun, keuntungan Trans7 mampu mengalahkan Trans TV sebagai saudaranya sendiri. Dan, berkat keuntungannya, Trans7 sempat juga menyewa gedung sendiri selama beberapa waktu meski sudah bergabung dengan Trans TV. Gedung tersebut lokasinya berada di seberang gedung Trans TV, dan merupakan bekas gedung Sampoerna. Di gedung berlantai lima itu, terdapat studio berita dan beberapa divisi yang memang terpisah dari Trans TV. Namun untuk meja direksi dan komisioner, serta beberapa divisi menetap satu gedung dengan Trans TV karena efisiensi dan juga mobilitas.[29] Beberapa program yang pernah cukup berhasil menaikkan pamor Trans7, seperti Empat Mata, Opera Van Java, dan Indonesia Lawak Klub.

Pada bulan Agustus 2019, TVRI bersama dua televisi swasta nasional (MetroTV dan Trans7) dan Kemenkominfo secara resmi meluncurkan siaran televisi digital untuk wilayah-wilayah perbatasan Indonesia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dengan tujuan agar masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan acara terbaik dan berkualitas yang ditayangkan seluruh TV nasional dan lokal dengan gambar dan suara yang lebih tajam, bersih, dan jernih serta teknologi yang lebih canggih dari televisi analog, tanpa membutuhkan biaya seperti televisi berlangganan (hanya sekali bayar untuk membeli antena dan dekoder). Yang paling utama dan terpenting masyarakat sudah siap untuk melakukan migrasi (peralihan) TV analog ke digital dalam rangka menghadapi ASO (Analog Switch Off) yang akan diberlakukan pemerintah Republik Indonesia dalam waktu dekat ini.[30]e

Logo Trans 7 baru.
Logo Trans7 lama, yang sangat mudah ditebak tidak seperti logo saudaranya TransTV yang penuh makna.
Logo Trans7 saat masih bernama TV7, yang saat itu masih dimiliki oleh grup KOMPOS.
Trans7 (kiri bawah) sedang mengambil tempat untuk mencari-cari persaingan di antara saluran TV

Daftar acara Trans7[sunting]

Berita[sunting]

  • Redaksi (bersama CNN Indonesia)
    • Redaksi Pagi
    • Redaksi Pagi Akhir Pekan
    • Wrap Up
    • Redaksi
    • Redaksi Sore Akhir Pekan
    • Redaksi Malam
  • InLine
  • Krim Malam

Infotainment[sunting]

Bukti bahwa reporter Trans 7 pada (sorry).
  • Seleb Expose (Setiap Sabtu-Minggu pukul 16:00 WIB)
  • Selebrita

Religi[sunting]

  • Khazanah (Setiap Hari pukul 05:00 WIB)
  • Jazirah Islam
  • Islampedia
  • Poros Surga
  • Khalifah
  • God's Prophets
  • Ruqyah

Anak-anak[sunting]

  • Si Bolang (Setiap Senin-Jum'at pukul 12:30 WIB)

(lagu tema:
Bolang, Si Bolang
Si bocah ilang-ilangan
Punya mbokmu yang ilang
S'perti kaki kutu hap...hap...hap...hap...hap...hap...hap...

Mbokmu 'dah ilang...
Bukannya kau bolang...
Dasar emang kau bolang...
Bocah-bocahnya ilalang...)

  • Laptop Si Unyil (Setiap Senin-Jum'at pukul 12:00 WIB)
  • Ejen Ali (12-16 Juli pukul 11:00 WIB)
  • Treasure Trekker (12-16 Juli pukul 12:00 WIB)
  • Kingdom Force (12-16 Juli pukul 12:30 WIB)

Dokumenter[sunting]

  • Jejak Si Gundul
  • Indonesiaku
  • Ksatria
  • Merajut Asa
  • Orang Pinggiran Jalan

Majalah Berita[sunting]

  • On The Spot
  • Spotlite

Talkshow[sunting]

  • OOTD (Obrolan Of The Day)
  • Nggak ADA Show
  • Mata Najwa (sebelumnya disiarkan di Petruk TV)

Komedi[sunting]

  • Anak Sekolah
  • BTS (Becanda Tapi Santai)
  • Lapor Pak!

Olahraga[sunting]

  • Galeri Sport (Setiap Sabtu pukul 12:30 WIB)
  • One Stop Football (Setiap Minggu pukul 12:30 WIB)
  • Sport 7 (Setiap Hari Tengah Malam)

Acara realitas[sunting]

  • Ari Baso Lasso And Friends
  • Sobat Misqueen

Trivia[sunting]

  • Pada November 2019, bersama Tepeeri TVRI dan Petruk MetroTV, saluran ini berhasil meluncurkan penyiaran televisi digital di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
  • Di mata Setiga Farma, Trans 7 adalah merek coklat batang maupun sabun mandi.

MEMBANDINGKAN JAMAN TV7 DAN TRANS7[sunting]

JAMAN TV7[sunting]

  • Jamannya TV7 bagian dari Kompas Gramedia
  • TV7 pernah nayangin Kartun Tom & Jerry, Scooby Doo, Looney Tunes dll
  • Kartun Jepang yang sempat tayang di TV7 (Kaleido Star, Jigoku Sensei Nube, Ranma 1/2, Hunter X Hunter, Hikaru No Go, YuYu Hakusho, dll)
  • TV7 ikut andil dalam menayangkan Liga Inggris, MotoGP dan Tennis ATP
  • Telenovela yang sempat tayang di TV7 (Buku Harian Daniela, Amigas Y Rivales, Suenos, dll)
  • TV7 pernah menayangkan ulang Sinetron dari RCTI dan SCTV (Bidadari, Jay Anak Metropolitan, Siapa Takut Jatuh Cinta, Misteri Nini Pelet, Lika Liku Laki Laki)
  • TV7 pernah nayangin Sinetron Si Jamin dan Si Joan dan Keluarga Cemara (nyolong dari RCTI)
  • Serial Barat yang Tayang di TV7 (ER (Emergency Room), La Femme Nikita, Lizzie McGuire, I Dream Of Jeannie, dll)

JAMAN TRANS7[sunting]

  • Trans7 masih andil menayangkan MotoGP
  • Trans7 masih menayangkan Tayangan Youtube seperti Spotlite dan On The Spot
  • OVJ masih Tayang di Trans7
  • Hitam Putih tayang di Trans7 Senin-Jumat Malam
  • Program Berita Plesetan yang Tayang di Trans7, Namanya Beritawa
  • Program Misteri yang Sempat Tayang di Trans7 Tengah Malam, yaitu Masih Dunia Lain dan Dua Dunia
  • Si Unyil dan Si Bolang Tayang Siang
  • Jejak Petualang dan Jejak Si Gundul Tayang Sore
  • Acara Khazanah, Ruqyah, Poros Surga & Khalifah Tayang Pagi2 (Khusus yang Muslim)
  • Trans7 pernah menayangkan Jalan Sesama (Sesame Street-nya Indonesia)
  • Program Komedi Horor yang Sempat Tayang di Trans7, namanya Plesetan Misteri (SEKARANG BUKAN SAATNYA TAKUT DAN PERCAYA SAMA YANG BEGITUAN)
  • Empat Mata masih Tayang Tengah Malam dengan Nama Bukan Empat Mata, Sekarang Ini Baru Empat Mata
  • Tahun 2019 Trans7 jadi All New Trans7 Sekaligus Slogannya #InibaruTrans7
  • Ikut Andil dalam menayangkan Piala Dunia 2018 bersama Trans TV
  • Trans7 ikut andil menayangkan Liga Spanyol musim 2012-2013 bersama Trans TV
  • Trans7 Ikut Andil menayangkan Liga Italia tahun 2007-2009 dengan Nama Fortissimo Lega Calcio dan 2016-2017 dengan Nama Bentornato Serie A

Featured.png

Potatohead aqua.png Artikel pilihan
Artikel ini telah ditampilkan di halaman utama.
  1. PUTUSAN Nomor 78/PUU-IX/2011
  2. LIMA TEVE SWASTA BARU, BEREBUT IKLAN DAN KAVLING DI UDARA
  3. Membuka Kejadian Menonjol Media Massa Indonesia Sejak Era Reformasi Sampai 2000 hlm. 38-39
  4. Sebaran Kerajaan Cendana di Bisnis Pertelevisian
  5. 5,0 5,1 5,2 Tempo, Volume 30,Masalah 12-18
  6. Nasir Tamara Akui Misi Global TV Berubah Setelah Harry Tanoe Masuk
  7. Televisi Jakarta di atas Indonesia: Kisah Kegagalan Sistem Televisi Jaringan di Indonesia, hlm. 146
  8. Tempo, Volume 30,Masalah 25-30
  9. DESPITE A HIGH MARKET POTENTIAL, THE INDUSTRY OF PAGER SERVICES IS IN A CRISIS.
  10. Televisi Batavia
  11. Profil Perusahaan
  12. Buku Pinter Televisi
  13. Journalism Today
  14. #StoryofIndonesianTelevision : Persaingan Ketat dalam Pertelevisian
  15. Ekonomi Politik Media Penyiaran
  16. PROFIL PERUSAHAAN
  17. "Wartawan AS Tewas, Arnett Dikontrak "Al-Arabiya"". http://pelita.or.id/baca.php?id=10643. Retrieved 2013-12-17.
  18. "Pamor TV7 Ikut Terangkat Berkat Kepopuleran Al Jazeera". http://www.suaramerdeka.com/harian/0304/11/nas7.htm. Retrieved 2013-12-17.
  19. "TV7 Bantah Mega Desak Relai Aljazeera Dihentikan". http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/Cybernews/detail.aspx?x=General&y=Cybernews%7C0%7C0%7C4%7C976. Retrieved 2013-12-17.
  20. Demokrasi dan globalisasi: meretas jalan menuju kejatidirian
  21. SARANG RAJAWALI - TRANS TV & TV7
  22. Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution
  23. 23,0 23,1 Gramedia Lepas TV7 ke Trans TV
  24. Trans Corpora TransTV - Lib.ui.ac.id
  25. Buku Chairul Tanjung si Anak Singkong
  26. Hanya Ada Tiga Penguasa Bisnis TV
  27. Trans TV Kuasai 49 Persen Saham TV7
  28. "Selamat Tinggal, Berlian dan Batu Safir!"
  29. Gedung Baru Trans7
  30. "Kemenkominfo". 2019-09-02. https://www.baktikominfo.id/id/informasi/artikel-media/kemkominfo_resmikan_penyiaran_tv_digital_untuk_perbatasan-927. Retrieved 2019-09-07.