Natal

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Lompat ke: navigasi, cari
Charlie Brown — A little love.jpg Stophand.svg Artikel Ini Butuh Kasih Sayang Stophand.svg
Artikel ini kondisinya sedang buruk, tetapi bisa menjadi artikel yang layak dibaca, jika diberi kasih sayang.
Bantulah Tolololpedia dengan memberinya kasih sayang.


Natal yang sebenarnya
Santa Claus, yang menurut Legenda Dunia Gendeng merupakan sosok pedofil yang suka menipu anak-anak
Orang yang sedang merayakan Natal
Pawai Natal di Lebanon
Hitler pun ikut merayakan hari Natal
Sayang-bandung-snsd.jpg
Perbandingan Natal di Lebanon & di Indonesia

Natal adalah hari untuk merayakan tanggal kelahiran Mas-mas Ganteng. Tetapi di Romawi, ternyata natal jatuh pada tanggal 25 Desember dan berbarengan dengan hari raya Dewa Matahari. Tradisi perayaan natal diisi dengan nyanyi-nyanyi.

Akan tetapi sejak abad 18 Masehi, tradisi natal ternyata dirubah sama orang-orang Amerika. Yang tadinya perayaan natal penuh dengan kasih sayang, akhirnya oleh orang amerika diganti menjadi pesta hedonis besar-besaran, mulai dari menggunduli hutan biar pohonnya dibawa pulang, makan ayam kalkun campur Nasi Lemak, mimum arak anggur sampai mabok, hingga pesta sex ala ABG Amerika. Setelah itu, mas-mas ganteng dari atas surga merasa sedih melihat kelakuan manusia modern yang menyimpangkan tradisi. Kemudian, mas-mas ganteng akhirnya memutuskan untuk menghukum manusia-manusia hedon dengan mengirim hujan es yang sangat dingin. Namun, ternyata orang amerika cari akal buat menangkal hujan es. Mereka memanggil bantuan Santa Claus dari Kutub Utara untuk menghadang hujan es dengan cara menelan semua es yang turun dari langit hingga perut Santa Claus jadi buncit. Akhirnya mas-mas Ganteng jadi kewalahan. Tetapi dia ternyata mendapat simpati orang-orang ekstrimis yang kasihan sama Mas-mas Ganteng. Akhirnya orang-orang ekstrimis membentuk pasukan untuk menyerbu pesta perayaan hedon yang memuja-muja Santa Claus.

Sejak saat itu lah, aparat kepolisian selalu diminta presiden untuk menjaga tempat-tempat ibadah dari teror bom natalnya orang ekstrimis.

Natal pada Perang Dunia II[sunting]

Segera setelah PD II pecah, rakyat Jerman dikejutkan oleh pengumuman “resmi” dari Hitler:

Saat perang tidak akan ada perayaan Natal lagi, karena:

  1. Yusuf dikenakan wajib militer.
  2. Maria dikenakan wajib kerja di Front Pekerja Nazi
  3. Bayi Kristus telah dievakuasi ke pedesaan untuk menghindari bahaya serangan udara
  4. Roh Kudus, sekalipun tidak efektif, bekerja habis-habisan untuk memberikan panduan dan hidayah kepada Komando Tertinggi Jerman.
  5. Ketiga orang majus tidak bisa datang karena tidak memperoleh visa masuk
  6. Para gembala dipekerjakan di industri persenjataan
  7. Bintang Betlehem tidak diizinkan bersinar karena perintah pemadaman lampu
  8. Jerami di kandang domba disita Tentara
  9. Kandang domba digunakan oleh unit flak (penangkis serangan udara)
  10. Dombanya dipotong untuk dijadikan bahan makan yang dicatu

Jadi, tidak ada gunanya merayakan Natal sendirian saja.”

Demikian pengumuman itu.

Video[sunting]



    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.