Karl Marx

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bendera Jerman.png
Dieser Artikel enthält Elemente des Deutschen

Artikel ini, Karl Marx, mengandung unsur Jerman.
Hati-hati jika anda berkunjung ke Berlin, menonton Deutsche Welle, menonton Liga Jerman, melihat Julian Draxler beraksi, melihat Sebastian Vettel balapan, melihat Tony Martin dan Lennard Kämna balapan atau hal-hal lain yang berbau Jerman.

Spinning Communist symbol.gif
☭ ARTIKEL INI MENGANDUNG UNSUR KOMUNISME/SOSIALISME/SAYAP KIRI! ☭

AAAAAAAAAA!!,
Artikel ini penuh Merah/Soviet/Sosialis/Palu Arit/Komunis/G30S/PKI/Cina/Korea Utara/Marxisme
,
Artikel ini,
Karl Marx
membuatnya sulit, yg terlalu Komunis dan sebaiknya anda lakukan adalah hancurkan saringannya Aidit, Fidel Castro, Lenin dan Joseph Stalin dengan bus Bumel dan katakanlah "ALLAHU AKBAR" kepada Komunis. Segera laporkan kemana saja, karena artikel ini pernah terlibat dalam Revolusi Oktober dan G30S/PKI
.

“DASAR KOMUNIS!”

~ Lalisa "Lisa" Manoban

“Lebih enaklah jadi komunis, TOKAI!”

VladsemirLenong.jpg
Charlie Brown — A little love.jpg Stophand.svg Artikel Ini Butuh Kasih Sayang Stophand.svg
Artikel ini kondisinya sedang buruk, tetapi bisa menjadi artikel yang layak dibaca, jika diberi kasih sayang.
Bantulah Tolololpedia dengan memberinya kasih sayang.


Bouncywikilogosmall.gif
Untuk orang-orang yang tidak memiliki rasa humor sekalipun, bangsa(t) Wikipedia yang (sok) tahu, telah mempunyai artikel tentang Karl Marx.
Karl Marx

Karl Marx adalah seorang yang mukanya mirip Sinterklas yang membuat sebuah paham kuno, jadul dan katrok bernama komunisme yang dibuat atas dasar kebencian terhadap agama tapi nyatanya paham itu sendiri tidak bisa memajukan negara-negara yang menganut paham tersebut macam Uni Soviet yang runtuh, Korea Utara yang terisolasi, dan Republik Rakyat Tiongkok yang terpaksa mengganti sistem perekonomiannya dengan kapitalisme. Padahal, orang lain macam Mantan Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt yang hidup pada masa yang sama pun dapat memajukan perekonomian tanpa perlu berpikiran seperti Karl Marx.

Namun sekarang, kaum Atheis malah menolak jika Komunis adalah Atheis dengan membawa-bawa nama Aiditya Dika dan Tatan Sutarmalaka. Padahal, ketika jumlah Atheis bertambah di negara-negara Barat, negara-negara Barat juga mengalami nasib yang sama dengan negara komunisme, mengalami krisis ekonomi itu membuat Kaum Atheis bertobat dan masuk agamanya masing masing.

Menyadari hal itu, sekarang si Karl Marx beralih profesi sebagai Sinterklas karena mukanya sama-sama mirip.


Kesamaan antara Karl Marx dengan Sinterkas[sunting]

  • Sama-sama berjenggot
  • Sama-sama gembul
  • Sama-sama suka pake warna merah, Karl Marx memakai warna merah sebagai bendera komunisme, sementara Sinterklas memakai warna merah sebagai warna bajunya.


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.