Greater Vidi Aldiano Union

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Lompat ke: navigasi, cari
Afgansyah Reza.jpg AFGAN SYAHREZA DISAPPROVES!
Afgan telah menyatakan, bahwa artikel ini, Greater Vidi Aldiano Union, membuatnya malas, yang terlalu bertentangan dengan kaidahnya dan bukan favoritnya atau tidak mendapat persetujuan dari Afgan atau tidak sesuai dengan ajaran Afganium!.
Dimohon untuk segera perbaiki artikel ini, jika tidak, minggat ke tempat latihan Preußen Münster atau tim nasional Malaysia.
No Wikipedia.png

Semua Wikipedia tidak akan mempunyai artikel Greater Vidi Aldiano Union.
Maklum, Tolololpedia kan lebih canggih lagi, lebih bejat lagi dan lebih edan lagi, hanya di TOLOLOLPEDIA.

Greater Vidi Aldiano Union disingkat GVAU adalah sebuah organisasi yang terdapat di Benua Tolololpedia, yang berisikan empat negara di Idol Region yang terletak di wilayah Greater Vidi Aldiano (Aldianosia, Andrianalandia, Gutawalandia, dan Tuluslandia). Oleh beberapa media, GVAU sering juga dianggap sebagai sub-region dari Idol Region.

Personil[sunting]

Nama negara Bendera Ibukota
Aldianosia Bendera Aldianosia.png Zidane
Andrianalandia Bendera Andrianalandia.png Hazard
Gacalandia Bendera Gacalandia.png Modric
Gutawalandia Bendera Gutawalandia.png Isaksson
Republik Indrawania Bendera Republik Indrawania.png Cech
Tuluslandia Bendera Tuluslandia.png Guðjohnsen
Sihombingia TBD Bertāns
Yunitalandia Bendera Yunitalandia.png Schleck

Fakta-fakta[sunting]

  • Semua negara GVAU memiliki tradisi kuat di cabang olah raga bola basket.
  • Aliran Schumitheisme dan Sweeckisme dilarang di Andrianalandia dan Aldianosia.
  • Aliran Wongndesoisme juga dilarang di Andrianalandia dan Aldianosia, dikarenakan pemerintah dan penduduk dari kedua negara tersebut alergi dengan orang-orang katrok dan ndeso.
  • Aliran Jameelahisme Mesin Cuci dilarang di Aldianosia.
  • Aldianosia memiliki julukan Negeri Anti-Afgan dan Negeri Anti-Katalan, dikarenakan negara tersebut sangat membenci hal-hal yang berbau Afgan dan juga Katalan.
  • Semua negara yang masuk ke dalam Jaringan Tiga, sampai sekarang masih belum mengakui semua negara GVAU, dikarenakan aturan seputar idol-idolan yang dibuat negara-negara itu.
  • Gutawalandia memiliki julukan negeri Anti-Denmark dan Anti-Ghazalilandia, dikarenakan negara tersebut sangat membenci hal-hal yang berbau Denmark dan Ghazalilandia.
  • Negara Gutawalandia menjadi negara paling pintar dan berpendidikan tinggi di antara negara-negara anggota GVAU lainnya dan juga di Idol Region, dikarenakan mayoritas penduduknya menempuh pendidikan minimal S2
  • Aldianosia menjadi negara tertua di GVAU, merdeka pada 29 Maret 1990.
  • Gutawalandia menjadi negara termuda di GVAU, merdeka pada 11 Agustus 1993.
  • Aliran Afganium dan Sinemartium dilarang di semua negara GVAU.
  • Semua negara GVAU melarang penduduknya untuk memakai singlet, meminum minuman-minuman tertentu, memakan makanan-makanan tertentu, mengidolakan artis-artis tertentu, dan lain-lain.
  • Sinetron-sinetron produksi SinemArt dilarang ditayangkan di semua negara anggota GVAU.
  • Oleh media-media di sebagian negara (khususnya di Jaringan Tiga), organisasi GVAU lebih sering disebut sebagai organisasi dengan 1001 larangan serta organisasi doyan perang, karena kebiasaan mereka yang sering menginvasi negara disekitarnya.
  • Negara Republik Indrawania menjadi satu-satunya negara GVAU yang kemerdekaannya hanya diakui oleh negara-negara GVAU lainnya.
  • sisanya isi sendiri

Larangan[sunting]

Semua negara GVAU terkenal sebagai negara yang menerapkan banyak larangan, khususnya pelarangan artis dan jenis musik. Beberapa larangan yang umumnya diterapkan di negara-negara GVAU antara lain:

  • Mengidolakan Afgan beserta konco-konconya, artis SinemArt, musisi EDM (seperti Alan Walker, Martin Garrix, dan Diplo), musisi dangdut (seperti Ayu Ting Ting), dan Nogizaka46 beserta personilnya (seperti Nanase Nishino dan Mai Shiraishi).
  • Mengidolakan klub-klub sepak bola seperti FC Barcelona beserta klub Catalunya lainnya (semisal RCD Espanyol dan Girona FC), Manchester City, Paris Saint-Germain, Ajax Amsterdam, klub-klub dari Afrika, Oseania, Timur Tengah, dan Asia Selatan, dan klub-klub yang berunsur Afgan (semisal SV Borussia Neuesyahreza dan FC Afgan Upilkarta).
  • Mendengarkan jenis-jenis musik, seperti EDM, dangdut, kasidah, gamelan, keroncong, musik tradisional Katalan, musik dari Afrika, musik dari India dan Asia Selatan, musik dari Timur Tengah, musik country, serta lagu hardcore dan heavy metal.
  • Makan makanan tertentu, seperti memakan ayam bakar, keju, risotto, pizza, spaghetti, pasta, paella, bratwurst, marzipan, bubur, bakso, tempe, daging babi, daging kerbau, makanan berbahan dasar hiu dan ikan air tawar, bulgogi, laksa, tahu, buah manggis, dan masakan dari wilayah tertentu (Katalan, Denmark, Asia Selatan, dan Timur Tengah).
  • Minum minuman tertentu, seperti meminum kopi, cappuccino, coklat panas, wedang ronde, cendol, Coca Cola berikut minuman yang masih satu perusahaan dengan Coca Cola (semisal Monster Energy), Schnapps, tuak, dan minuman susu fermentasi.
  • Menggunakan singlet, soft lens, dan barang-barang tertentu yang dianggap bertentangan dengan kebudayaan mereka.
  • Menggunakan handphone merek ASUS, Lava, Vivo, Meizu, Nokia, dan BLU.
  • Menonton film dan serial TV dari negara Syahrezania, Syariefola, Sinemartnia, dan negara lainnya, serta serial TV yang diterjemahkan kedalam bahasa Katalan dan Denmark (termasuk anime)
  • Bermain sepak bola di jalan raya.
  • Mengakses situs-situs dan aplikasi mobile belanja seperti Tiket.com, Zilingo, dan lain-lain.
  • Menggunakan aplikasi mobile seperti RuangGuru, GO-JEK, dan lain-lain.
  • sisanya isi sendiri